MNPK
Pendirian MNPK berawal dari gagasan dan keinginan wakil-wakil yayasan pendidikan katolik seluruh Indonesia dalam Pertemuan Penyelenggara Pendidikan Katolik di Bandung dan Jakarta tahun 1972.
Gagasan dan keinginan tersebut diusulkan dalam Sidang MAWI tahun 1972 dan tahun 1973 dan mendapat dukungan dari para Uskup Indonesia. Untuk Mewujud-nyatakan gagasan dan keinginan tersebut, maka dalam rapat para Delegati Pendidikan di Jakarta, disepakati untuk membentuk MNPK pada tanggal 13 September 1974. Hal ini merupakan wujud nyata dari gagasan tentang perlunya wadah komunikasi, kerjasama dan koordinasi antar yayasan pendidikan Katolik.

TERBARU
PERNAS MNPK 2025 – Mgr. Maksimus Regus
Pada tanggal 10–13 Maret 2025, Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) menyelenggarakan Pertemuan Nasional (PERNAS) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Acara ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr, yang baru ditahbiskan pada 1 November 2024.
PERNAS MNPK 2025 – Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.,
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., hadir sebagai narasumber utama dalam pertemuan ini. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kebijakan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.
PERNAS MNPK 2025 – Prof. Stella Christie A.B,Ph.D
Labuan Bajo, NTT — Dalam rangkaian Pertemuan Nasional Majelis Nasional Pendidikan Katolik (PERNAS MNPK) 2025 yang berlangsung pada 10–13 Maret 2025 di Labuan Bajo, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Stella Christie, Ph.D. menyampaikan pandangan strategis mengenai peran sekolah Katolik dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis riset dan inovasi.






